Minggu, 15 April 2018

ANALISIS SUBJEK



ANALISIS SUBJEK

Oleh:

Putu Eka Rani
1712312008
Prodi D3 Perpustakaan FISIP Universitas Udayana

Abstrak:

            Tujuan dari penulisan paper ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimna analisis subjek dari buku. Analisis subjek adalah kegiatan yang dilakukan sebelum menentukan nomor kelas suatu bahan pustaka. Selain mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana analisis subjek dari buku, paper ini juga agar mahasiswa D3 Perpustakaan dapat menentukan displin ilmu, fenomena, bentuk, subjek, dan no. kelas dari suatu judul buku.
Kata kunci : Analisis Subjek, Jenis Konsep dan Subjek

Latar Belakang
            Perpustakaan merupakan suatu lembaga yang menyediakan sarana bagi pemustaka yang berupa bahan pustaka. Di dalam bahan pustaka itu sendiri terdapat sebuah subjek yang berfungsi untuk memudahkan pemustaka dalam mencari bahan pustaka yang diperlukan. Dalam menentukan subjek dari bahan pustaka itu sendiri diperlukan tahap klasifikasi. Klasifikasi yang digunakan di perpustakaan lebih digunakan untuk berbagai keperluan, antara lain ialah mengelompokkan buku subjek sejenis dalam suatu susunan serta mengatur penempatan buku di rak. Disamping klasifikasi yang digunakan pemakai untuk mengakses koleksi, masih ada lagi sarana untuk akses ke isi intelektual sebuah perpsutakaan. Analisis subjek adalah kegiatan yang dilakukan sebelum menentukan nomor kelas suatu bahan pustaka. Klasifikasi dan Analisis subjek merupakan teknik akses alternatif salinf melengkapi terhadap kolekasi perpustakaan. Namun ada beberapa perpustakaan yang dalam menentukan sebuah subjek kurang tepat. Dan ini sangat mempengaruhi pemustaka dalam mencari bahan pustaka yang diperlukan.

Definisi/ pengertian Analisi Subjek
            Analisis Subjek adalah kegiatan yang dilakukan sebelum menentukan nomor kelas suatu bahan pustaka. Kegiatan analisis subjek ini sangat penting dilakukan supaya bahan pustaka tersebut tidak salah dalam menentukan penempatannya. Analisis subjek ini membantu menentukan subjek suatu bahan pustaka, kegiatan yang dilakukan adalah mengetahui konsep dan jenis subjek.

1.     Jenis Konsep
Ada 3 jenis konsep suatu bahan pustaka yaitu :
a.     Disiplin ilmu istilah yang digunakan untuk suatu bidang pengetahuan yang meliputi subjek bahan pustaka
b.    Fenomena benda atau wujud yang menjadi objek kajian dari satu disiplin ilmu. Fenomena dibagi dalam beberapa faset-faset yaitu:
-       Personality (kepribadian)
-       Matter (suatu masalah)
-       Energy (tenaga)
-       Space (jarak)
-       Time (waktu)
c.  Bentuk, cara bagaimana suatu subjek disajikan (bentuk fisik, bentuk penyajian, dan bentuk intelektual)

2.     Jenis Subjek
Jenis Subjek dikelompok menjadi beberapa kelompok, yaitu :
-       Subjek dasar yang hanya terdiri dari 1 disiplin atau sub disiplin ilmu
-       Subjek sederhana yaitu subjek yang terdiri dari satu faset yang berasal dari satu subjek dasar
-       Subjek majemuk yaitu subjek yang terdiri dari subjek dasar disertakan fokus-fokus dari dua atau lebih faset
-       Subjek kompleks yaitu bila ada dua atau lebih subjek dasar yang berinterkasi antara satu sama lain

3.     Cara Menentukan Subjek
Hasil analisis subjek adalah deskripsi tentang subjek sebuah koleksi. Untuk melakukan proses analisis subjek sehingga menghasilkan deskripsi subjek sebuah koleksi, dapat dilakukan dengan cara  :
a.   Membaca judul dari bahan pustaka, jika dirasa bahwa judul telah merefleksikan subjek sebuah buku.
b.    Membaca halaman sebalik halaman judul. Didalam halaman judul terdapat katalog dalam terbitan yang dapat menampilkan subjek dari sebuah bahan pustaka.
c.    Membaca daftar isi jika dengan membaca judul dan halaman kolofon belum diketahui subjek dari sebuah koleksi.
d.    Membaca kata pengantar dari sebuah koleksi.
e.    Membaca ringkasan buku yang biasanya terdapat pada halaman belakang buku.
f.    Membaca buku keseluruhan jika dengan melakukan berbagai instruksi diatas belum ditemukan subjek dari koleksi tersebut.
g.   Menggunakan sumber-sumber lain seperti bibliografi, kamus.
h.  Bertanya kepada subjek spesialis jika semua langkah telah dilakukann belum mampu menentukan subjek dari sebuah koleksi.

Sepuluh Kelas Utama dalam DDC terdiri dari :
-         000 karya umum
-         100 filsafat dan psikologi
-         200 agama
-         300 ilmu sosial
-         400 bahasa
-         500 ilmu murni
-         600 ilmu terapan
-         700 kesenian dan olahraga
-         800 kesusastraan
-         900 sejarah dan geografi

Analisis Subjek Buku
1.     Judul                : Dasar-dasar Perbankan
Disiplin Ilmu      : Bank Sentral, Bank Dagang, Bank Internasional
Fenomena         : Manjemen
Bentuk              : Buku
Subjek              : Perbankan
No. Kelas          : 332.1

2.     Judul                : Customer Service dalam Bisnis Jasa Transportasi
Disiplin Ilmu      : Manajemen Umum
Fenomena         : Manajemen
Bentuk              : Buku
Subjek              : Tranportasi
No. Kelas          : 658

3.     Judul                : Filsafat Ilmu dan Perkembangannya di Indonesia
Disiplin Ilmu      : Filsafat dan Teori
Fenomena         : Filsafat
Bentuk              : Buku
Subjek              : Indonesia
No. Kelas          : 501

4.     Judul                : Dasar-dasar Ilmu Politik
Disiplin Ilmu      : Ilmu Politik
Fenomena         : Ilmu
Bentuk              : Buku
Subjek              : Politik
No. Kelas          : 320

5.     Judul                : Pengatar Ilmu Perpustakaan 
Disiplin Ilmu      : Ilmu Perpustakaan dan Informasi
Fenomena         : Perpustakaan dan Informasi
Bentuk              : Buku
Subjek              : Informasi
No. Kelas          : 020

6.     Judul                : Pendidikan Agama Hindu di Perguruan Tinggi
Disiplin Ilmu      : Pendidikan, Penelitian, Topik-topik Berkaitan
Fenomena         : Pendidikan
Bentuk              : Buku
Subjek              : Perguruan Tinggi
No. Kelas          : 200.7

7.     Judul                : Pengantar Klasifikasi Persepuluhan Dewey
Disiplin Ilmu      : Klasifikasi: Prinsip, sistem, notasi (analisis subjek)
Fenomena         : Klasifikasi
Bentuk              : Buku
Subjek              : Persepuluhan Dewey
No. Kelas          : 025.4

8.     Judul                : Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro-Makro
Disiplin Ilmu      : Sistem-sistem dan Teori Ekonomi
Fenomena         : Ekonomi
Bentuk              : Buku
Subjek              : Ekonomi Mikro-Makro
No. Kelas          : 330.1

9.     Judul                : Sosiologi Suatu Pengantar
Disiplin Ilmu      : Sosiologi dan Antropologi
Fenomena         : Kehidupan Masyarakat
Bentuk              : Buku
Subjek              : Pengantar
No. Kelas          : 301

10.  Judul                : Prilaku Konsumen
Disiplin Ilmu      : Manajemen Umum
Fenomena         : Manajemen
Bentuk              : Buku
Subjek              : Kosumen
No. Kelas          : 658 Min-P
           
11.  Judul                : Pengkajian Status Gizi Studi Epidemiologi
Disiplin Ilmu      : Dietetik
Fenomena         : Gizi
Bentuk              : Buku
Subjek              : Gizi
No. Kelas          : 613.2 FKU-P

12.  Judul                : Biostatistika untuk Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat
Disiplin Ilmu      : Ilmu-ilmu Tentang Kehidupan
Fenomena         : Kehidupan
Bentuk              : Buku
Subjek              : Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat
No. Kelas          : 570 Bud-B

13.  Judul                : Komunikasi Politik
Disiplin Ilmu      : Manajemen Eksekutif
Fenomena         : Manajemen
Bentuk              : Buku
Subjek              : Komunikasi Politik
No. Kelas          : 353.008 Ard-K

14.  Judul                : Farmasi Klinik Teori dan Penerapan
Disiplin Ilmu      : Farmasi Praktis
Fenomena         : Farmasi
Bentuk              : Buku
Subjek              : Teori dan Penerapan
No. Kelas          : 615.4 Sir.f

15.  Judul                : Fisika Kedokteran
Disiplin Ilmu      : Ilmu Kedokteran, Ilmu Pengobatan
Fenomena         : Kedokteran
Bentuk              : Buku
Subjek              : Kedokteran
No. Kelas          : 610

16.  Judul                : Mahir dalam 7 Hari Adobe Photoshop
Disiplin Ilmu      : Pemrograman Komputer, Program-program, Data
Fenomena         : Pemrograman
Bentuk              : Buku
Subjek              : Komputer dan Adobe Photoshop
No. Kelas          : 005

17.  Judul                : MS Word 2007:Menyusun Beragam Surat dan Dokumen Bisnis dan Perkembangan
Disiplin Ilmu      : Penyimpanan (Storage)
Fenomena         : MS. Word 2007
Bentuk              : Buku
Subjek              : MS. Word 2007
No. Kelas          : 004.05 Wid-M

18.  Judul                : Pengolahan Dokumen Bisnis dengan MS Word 2007
Disiplin Ilmu      : Penyimpanan (Storage)
Fenomena         : MS. Word 2007
Bentuk              : Buku
Subjek              : MS. Word 2007
No. Kelas          : 004.05 Wah-P

19.  Judul                : Bertanam Cabai di Lahan dan Pot
Disiplin Ilmu      : Ilmu tentang tumbuh-tumbuhan
Fenomena         : Cabai
Bentuk              : Buku
Subjek              : Tanaman, Menanam Cabai, Bercocok Tanam di Lahan dan Pot
No. Kelas          : 580 Set
20.  Judul                : Satelit Untuk Anak Bangsa
Disiplin Ilmu      : Ilmu Murni
Fenomena         : Persatelitan
Bentuk              : Buku
Subjek              : Setelit, Luar Angkasa, Edukasi untuk Anak Bangsa
No. Kelas          : 500.5

Kesimpulan
            Berdasarkan dari pembahasan dapat disimpulkan bahwa Analisis Subjek adalah adalah kegiatan yang dilakukan sebelum menentukan nomor kelas suatu bahan pustaka. Dalam kegiatan analisis subjek ada dua hal penting yang harus diperhatikan, yaitu jenis konsep dan jenis subjek. Jenis konsep dibedakan menjadi 3 jenis itu fenomena, disiplin ilmu, dan bentuk penyajian. Sedangkan jenis subjek dibedakan kedalam empat jenis. Keempat jenis subjek tersebut adalah subjek dasar, subjek sederhana, subjek majemuk, dan subjek kompleks.


Daftar Pustaka

Ariani, S. (2017). Analisis Subjek. Retrieved April 12, 2018, from Welcome To My Blog!: http://arianisri.blogspot.co.id/2017/02/analisis-subjek.html
Artasari, S. (2017). Analisis Subjek. Retrieved April 12, 2018, from Poutret: http://sriartasari06.blogspot.co.id/2017/02/analisis-subjek.html

Selasa, 13 Februari 2018

Manfaat Katalog : Dulu dan Kini



Manfaat Katalog : Dulu dan Kini

Oleh :

Putu Eka Rani (1712312008)

Progaram D3 Perpustakaan FISIP Universitas Udayana




Abstrak
Tujuan yang terdapat dalam penulisan makalah ini, adalah untuk memberikan informasi kepada para pembaca mengenai manafaat katalog dulu dan kini, di dalam makalah ini juga memberikan gambaran untuk mengetahui apa saja manfaat katalog di perpustakaan pada waktu dulu dan kini. dan untuk mengetahui contoh bentuk fisik katalog dari masa ke masa berfokus pada katalog yang telah di tetapkan, mengingat kegiatan katalogisasi adalah suatu hal yang sangat penting di perpustakaan

Kata kunci : manfaat katalog dulu dan kini

Latar belakang
Penggunaan katalog sangatlah banyak manfaatnya bagi pengguna. Katalog merupakan wakil dari bahan pustaka yang dimiliki oleh perpustakaan, maka katalog dapat memberikan informasi mengenai bahan pustaka tersebut. Katalog juga dapat mempercepat dan mempermudah kegiatan penelusuran informasi terhadap bahan pustaka. Selain katalog manual (kartu), katalog juga terdapat dalam bentuk on line (elektronik). Kedua jenis katalog ini mempunyai manfaatnya masing – masing. Katalog perpustakaan dari masa-kemasa telah mengalami inovasi. Inovasi terhadap katalog perpustakaan ditujukan untuk memberi kemudahan kepada pengguna perpustakaan dalam menemu-balikkan bahan pustaka yang diinginkannya dari perpustakaan. Tulisan ini mencoba akan menguraikan pengertian, fungsi dan bentuk fisik dari katalog perpustakaan. Diuraikan juga manfaat di katalog perpustakaan yang manual atau katalog dulu dengan katalog online atau katalog kini.

Pengertian
Katalog atau katalogus dalam pengertian umum adalah daftar nama-nama, tempat dan barang-barang. Katalog dalam pengertian  khusus yakni yang dikenal dalam dunia perpustakaan, adalah daftar  bahan pustaka /  koleksi yang dimiliki oleh satu atau beberapa perpustakaan yang  disusun menurut system tertentu. Bahan pustaka meliputi buku, terbitan berkala, slide, piringan hitam, pita kaset, microfilm, CD ROM dll.
Katalogisasi adalah proses pembuatan katalog. Secara luas kegiatan tersebut dapat dibagi kepada dua (2) macam yaitu katalogisasi deskriptif dan katalogisasi subyek. Katalogisasi deskriptif adalah kegiatan merekam dan mengidentifikasi data bibliografi, yakni data mengenai pengarang, judul, tempat terbit, penerbit, tahun terbit, edisi  dan data buku lainnya yang diperlukan. Katalogisasi subyek ialah proses menentukan tajuk subyek dan nomor klasifikasi. Dalam hal terkahir ini prosesnya disebut juga klasifikasi.
Agar bahan pustaka dapat didayagunakan secara efektif dan efisien, perlu adanya pengolahan  bahan pustaka ( proses kartalogisasi tersebut). Lebih-lebih dengan berkembangnya teknik produksi buku yang mengakibatkan koleksi buku berkembang menjadi besar, maka seamakin terasa perlunya katalog. Tanpa diadakan katalogisasi, mencari buku-buku yang diperlukan akan sulit.  Oleh karena itu pustakawan mencari sarana atau alat yang dapat memberikan gambaran  tentang suatu buku / bahan pustaka  dalam bentuk catatan serta mengatur buku-buku di rak untuk memudahkan menemukan kembali jika diperlukan. Alat itulah yang kemudian disebut katalog atau katalogus.
Untuk memudahkhan proses pertukaran informasi antar perpustakaan atau pusat-pusat informasi lainnya, perlu adanya keseragaman dalam katalogisasi. Maka kemudian pada tahun 1967 diterbitkanlah suatu peraturan / pedoman katalogisasi internasional, yaitu Anglo American Cataloging Rules (AACR2). Dan dalam konteks Indonesia, disusun pula Peraturan Katalogisasi Indonesia, yang diterbitkan oleh Perpustakaan Nasional.

Fungsi Katalog
Ada beberapa fungsi katalog  antara lain sebagai berikut :
1.  Sebagai wakil ringkas dari dokumen / bahan pustaka yang dimiliki oleh perpustakaan.
2.  Sebagai sarana untuk menemukan kembali buku yang terdapat dalam koleksi perpustakaan.
3.  Memberikan informasi tentang ada tidaknya suatu buku dalam koleksi perpustakaan.
4.  Membedakan suatu karya dari karya lainnya yang mempunyai ciri yang sama.
5. Memudahkan pemakai jasa perpustakaan menemukan informasi yang diinginkan  baik dengan pendekatan pengarang,  judul atau subjectnya.

Bentuk-bentuk Katalog

Berikut adalah beberapa bentuk fisik  katalog :
1.     Katalog berbentuk kartu
Katalog ini berukuran 7 X 12 cm. Bentuk inilah yang paling banyak digunakan perpustakaan.  Katalog-katalog yang berbentuk kartu  yang telah tersusun secara sistematis dalam  laci-laci katalog dapat menerima entri-entri baru tanpa merubah susunan yang ada.
2.     Katalog berbentuk lembaran-lembaran lepas
kemudian dibendel (dijilid) menjadi satu atau beberapa berkas setelah disusun menurut system tertentu, contoh : Katalog Perpustakaan Muslim Nasional.
3.     Katalog berbentuk tercetak
Setelah uraian-uraian katalog disusun menurut system tertentu, kemudian dicetak menjadi semacam bibliografi sebanyak yang diperlukan. Kelebihan bentuk ini  ialah  katalog dapat diperbanyak dan dibawa kemana-mana. Tetapi kelemahannya tidak dapat menerima entri-entri baru. Ini berarti entri baru harus disusun dan dicetak  sebagai suplemen.
4.     Katalog Elektronik
Bentuk katalog ini muncul berkat kemajuan di bidang teknologi informasi seperti komputer. Dalam hal ini katalog berada dalam suatu basis data di komputer, sehingga tidak perlu lagi diadakan penyusunan dengan sistematika tertentu seperti bentuk lainnya. Kelebihan katalog bentuk ini adalah lebih cepat dan mudah diakses, menghemat tenaga dan biaya dalam pembuatannya, dan entri-entri baru dapat dimasukkan setiap saat. Kelemahannya ialah jika listrik padam, maka tidak bisa dipergunakan.
Selanjutnya, dari katalog komputer ini kemudian bisa diformat dalam bentuk CD-ROM. Kelebihannya ia bisa dibawa kemana-mana, tetapi untuk mengaksesnya tetap saja diperlukan perangkat komputer.

Tujuan
a.     Memungkinkan seorang meemukan sebuah buku yang diketahui pengarangnya, judulnya atau subjeknya
b.    Menunjukan buku yang dimiliki perpustakaan oleh pengarang tertentu, berdasarkan subjek tertentu dan dalam jenis literature tertentu
c.     Membantu dalam pemilihan buku berdasarkan edisinya dan berdasakan karakternya (sastra ataukah berdasarkan topik)




Sejarah
Pada awalnya katalogisasi digunakan untuk daftar peralatan militer Amerika dan untuk kepentingan lainnya. Pada tahun 1929, pemerintahan Amerika Serikat mulai menggunakan katalogisasi berdasarkan keinginan masing-masing departemen. Pada tahun 1932, Presiden Roosevelt membuat katalogisasi seragam akan tetapi tidak semua departemen mengikuti penyeragaman katalog tersebut. Akibatnya, pengkatalogan peralatan militer menjadi kacau, kekacauan ini berimbas pada keuangan dan dapat membahayakan Negara.
Pada tanggal 03 juli 1947, Angkatan Laut dan Angkatan Darat Amerika Serikat menetapkan keseragaman katalogisasi. Hal ini diperkuat oleh adanya Undang-Undang tentang Katalogisasi dan standardisasi Pertahanan. Ketetapan ini dikikuti oleh Negara-negara kelompok NATO yang mulai menggunakan proses yang sangat sederhana. Namun, pada tahun 1965, katalogisasi berkembang dan telah menggunakan proses computer. Amerika Serikat telah meresmikan penggunaan NSN pada tahun 1975. Setelah Amerika Serikat meresmikan penggunaan NSN, banyak Megara di dunia yang telah mengukiti jejak Amerika Serikat untuk menggunakan NSN termasuk salah satunya adalah Indonesia.
Amerika Serikat menjadi Negara pertama berlangsungnya sejarah dan perkembangan katalogisasi. Meskipun pada awalnya menggunakan proses yang sangat sederhana,seiring dengan perkembangan zaman, katalogisasi menggunakan bentuk dan proses yang lebih canggih lagi, kecanggihan itupun semakin lama semakin mempermuda seseorang dalam mencari daftar apa yang diinginkan.
Dalam perjalanan sejarah yang cukup panjang, katalog perpustakaan telah mengalami perkembangan dan perubahan seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan perubahan perilaku pencarian informasi para penggunanya atau bisa disebut denganinformation seeking behavior. Perubahan tersebut terjadi dari katalog yang pada awalnya berbentuk buku, kartu, hingga menjadi Online Public Access Catalog (OPAC). Hal ini menunjukkan bahwa sesungguhnya katalog perpustakaan dari waktu ke waktu dapat menyesuaikan diri dengan setiap perkembangan yang terjadi, terutama berkaitan dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Disamping itu, setiap perubahan atau inovasi yang terjadi pada katalog perpustakaan juga dimaksudkan untuk memberi kemudahan kepada pengguna dalam menggunakan atau mengaksesnya untuk menelusuri bahan pustaka yang dibutuhkan di perpustakaan.
Perkembangan teknologi komputer dan produksi dokumen elektronik menjadi tantangan bagi perpustakaan saat ini jika dibandingkan dengan tantangan yang dihadapi oleh perpustakaan lima puluh tahun yang lalu dimana saat itu yang menjadi inti koleksi perpustakaan hanyalah buku-buku dan majalah-majalah yang hanya dapat ditelusuri dengan menggunakan katalog kartu saja. Meskipun demikian pengaruh teknologi komputer dan jaringan informasi terhadap misi perpustakaan masih diperdebatkan tetapi eksistensi perpustakaan masa depan tergantung pada kemampuan perpustakaan dalam merespon teknologi saat ini dan yang akan datang. Salah satu respon penting yang harus dilakukan oleh perpustakaan adalah melakukan perubahan pada katalognya. Supaya pengguna lebih mudah mengakses informasi melalui katalog.
Seiring dengan perkembangan automasi perpustakaan Tedd (1994, 27-37) menguraikan secara kronologis bahwasanya perkembangan system OPAC dan automasi diperpustakaan sebagai berikut :
a.      Pada tahun 1960 komputer sudah digunakan di berbagai perpustakaan umum dan perguruan tinggi untuk membantu cara membuat katalog. Pada saat itu, pengoperasian sistem komputer masih berada pada mode atau cara yang sangat bervariasi atau bermacam-macam, sehingga kemungkinan untuk melakukan penelusuran informasi dengan katalog secara terpasang (online) dianggap masih jauh dari kenyataan. Pada awal tahun 1970, sejumlah perpustakaan mulai menggunakan sistem komputer induk untuk mengembangkan sistem lokal. Sistem lokal ini umumnya didesain dan dirancang oleh staf dari pusat komputer.
b.      Pertengahan tahun 1970 komputer mulai digunakan untuk proses pengawasan sirkulasi atau perubahan di perpustakaan. Sistem komputer digunakan untuk tujuan pengumpulan data, khususnya pencatatan peminjaman. Computer Output On Microfilm (COM) menjadi metode yang terkenal digunakan untuk menghasilkan katalog. Perkembangan pada masa ini, ditandai dengan munculnya sistem kerjasama     pengatalogan   dan pemanfaatan bersama, dari berbagai perpustakaan. Misalnya, di Inggris London and South Eastern Library Region (LASER), dan di Amerika Utara Ohio College Library Centre (OCLC). Sistem kerjasama ini menghasilkan cantuman katalog pada komputer untuk sejumlah perpustakaan yang berpartisipasi, baik dalam bentuk COM, maupun kartu katalog.
c.       Pada  akhir  tahun 1970 dan awal tahun1980, pengenalan komputer mikro ataumicrocomputer. Di era ini, berbagai perpustakaan semakin mandiri untuk menggunakan fasilitas komputer yang diperoleh dari perusahaan yang dilanggan. Kemandirian ini mengarah kepada pengembangan dan perancangan sistem sendiri atau disebut dengan in-house system. Penggunaan komputer mikro menjadi terkenal karena menyediakan fasilitas untuk melakukan akses secara terpasang atau online terhadap berbagai simpanan seperti file dalam  sistem sirkulasi. Perkembangan lain yang terjadi pada masa ini, ialah penyediaan paket perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) atau turnkey sistem untuk perpustakaan oleh beberapa perusahaan. Sistem tersebut menggabungkan sejumlah fasilitas, diantaranya fasilitas penelusuran dan sistem sirkulasi. Karena sistem komputer yang digunakan pada masa itu di perpustakaan mampu menelusur cantuman bibiliografi secara online, sehingga sistem itu disebut sebagai sistem OPAC. Munculnya sistem OPAC di sejumlah perpustakaan tertentu, merupakan perkembangan utama yang terjadi dalam automasi perpustakaan sampai awal tahun 1980
d.      Pertengahan sampai Akhir Tahun 1980-an, perpustakaan yang menggunakan sistem OPAC semakin meningkat. Pemasukan mulai menyediakan sistem yang terintegrasi (integrated system) untuk manajemen perpustakaan, mencakup modul atau sub-sistem yang berbeda, seperti pengatalogan, akuisisi, sirkulasi, pengawasan serial, layanan antar perpustakaan dan juga OPAC. Keuntungan sistem bagi kegiatan penelusuran ialah, sistem memperbolehkan pengguna mengakses modul OPAC untuk mengetahui status pinjam dari semua bahan pustaka yang ada di perpustakaan tertentu. Setiap pengguna yang sedang mengakses OPAC dimungkinkan bisa mengetahui status suatu bahan pustaka, apakah sedang tersedia atau sedang dipinjam, siapa peminjamnya, berapa lama dipinjam, kapan dikembalikan dan sebagainya. Hal ini dapat dilakukan, karena sistem menghubungkan  file katalog dengan file  sirkulasi. Sejumlah perpustakaan Perguruan tinggi dan perpustakaan umum telah menggunakan sistem manajemen perpustakaan yang terintegrasi, lengkap dengan modul OPAC. Sistem OPAC mulai dikembangkan berdasarkan kebutuhan pengguna
e.       Pada tahun 1990, sudah terlihat perubahan besar pada sistem manajemen perpustakaan dan dapat digunakan hingga sekarang.
Katalog dapat didefenisikan sebagai daftar barang yang berada pada suatu tempat. Dengan demikian katalog perpustakaan adalah daftar bahan pustaka yang ada dalam perpustakaan. Untuk mencapai kepada pemakai bahan pustaka dan apa yang dimiliki perpustakaan, disediakan katalog yang mencatat ciri masing-masing bahan pustaka yang diperlukan untuk mengindenfikasikannya dan membedakan satu bahan pustaka dari bahan pustaka yang lain. Untuk mencari kembali bahan pustaka tertentu dalam koleksi perpustakaan, katalog merupakan alat pencari yang terpenting. Akan sulit sekali, bahkan sangat mustahil, untuk menggunakan perpustakaan besar tanpa adanya katalog. Katalog perpustakaan dapat dikatakan  kunci untuk menemukan bahan pustaka dalam koleksi perpustakaan.
Ada 3 jenis pekerjaan yang diperlukan dalam proses pembuatan katalog,
1.      Pembuatan deskripsi fisik dari bahan pustaka itu
2.      Penentuan subyek yang dibahas dalam buku itu,
3.      Penyusunan kartu-kartu dalam katalog
Ada beberapa hal yang selalu perlu diperhatikan dalam menyusun katalog, yaitu :
1.      Katalog harus dibuat dengan cara yang seragam
2.      Syarat yang telah ditetapkan harus selaluditaati
3.      Ketelitian dalam setiap langkah pekerjaan harus diperhatikan

Pengertian Katalog Manual “dulu” dan Katalog On Line “kini”
    
      1)     Katalog Manual atau katalog dulu

Gates menyatakan bahwa, katalog perpustakaan adalah suatu daftar yang sistematis dari buku dan bahan-bahan lain dalam suatu perpustakaan, dengan informasi deskriptif mengenai pengarang, judul, penerbit, tahun terbit, bentuk fisik,subjek, ciri khas bahan dan tempatnya. Pendapat ini menjelaskan apa yang menjad ientri dari suatu katalog. Katalog memuat informasi deskriptif mengenai berbagai hal,seperti pengarang, judul, penerbit dan sebagainya. Dengan perkataan lain, pada suatu katalog dicacat sejumlah informasi bibliografis dari suatu dokumen atau bahan pustaka.Menurut Sulistyo Basuki, katalog manual terdiri dari tiga jenis yaitu katalog kartu, katalog buku, dan katalog berkas. Berikut adalah pengertian dari masing-masing katalog manual tersebut.Katalog kartu adalah bentuk katalog perpustakaan yang semua deskripsi bibliografinya dicatat pada kartu berukuran 7.5 x 12.5 cm. Katalog kartu disusun secara sistematis pada laci katalog. Katalog kartu masih banyak digunakan pada berbagai jenis perpustakaan di Indonesia hingga saat ini.Katalog buku adalah katalog tercetak atau katalog buku berbasis cetakan komputer. Pada katalog buku terdapat sejumlah entri yang tercetak pada setiap halaman. Dengan demikian katalog bentuk buku dapat dicetak sesuai dengan kebutuhan.Katalog berkas adalah kumpulan kertas atau kartu dalam bentuk selembar kertas berukuran 7.5 x 12.5 cm atau 10 x 15 cm. Masing-masing lembar berisi data katalog. Pada bagian kiri diberi lubang, kemudian diikat atau dijilid. Pada bagian depan dan belakang diberi karton tebal berfungsi sebagai pelindung. Setiap berkas dapat membuat antara 500 hingga 600 lembar. Berkas yang sudah terjilid kemudian disusun menurut nomor berkas.

      2)     Katalog on line atau katalog kini

Katalog komputer terpasang (online computer catalog) sering disebut dengan online public access catalogue (OPAC), adalah bentuk katalog terbaru yang telah digunakan pada sejumlah perpustakaan tertentu. OPAC cepat menjadi pilihan katalog yang digunakan di berbagai jenis perpustakaan. Dari berbagai bentuk fisik katalog yang telah digunakan di perpustakaan, ternyata OPAC dianggap paling luwes( flexible) dan paling mutakhir.

Istilah baku untuk online public access catalogue (OPAC) dalam bahasa Indonesia, hingga saat ini belum terumuskan dengan pasti. Ada perpustakaan yang menyebutnya dengan istilah katalog online atau katalog terpasang, dan ada juga yang tetap menyebutnya dengan OPAC. Selain itu, ada juga perpustakaan yangmenyebutnya dengan Katalog Akses Umum Talian, disingkat  KAUT.OPAC juga bisa diartikan sebagai suatu pangkalan data koleksi perpustakaan tertentu. OPAC menyediakan akses secara on line tentang koleksi perpustakaan melalui terminal komputer. Pengguna dapat melakukan penelusuran melalui pengarang, judul, subjek, kata kunci sebagaimana biasa dilakukan pada katalog normal. Melalui OPAC, pengguna dapat mengetahui judul, subjek, eksemplar, dan sebagainya dari koleksi suatu perpustakaan

Manfaat katalog dulu dan kini

Katalog dulu atau katalog manual
1.     Praktis, sehingga setiap kali penambahan buku baru diperpustakaan tidak akan menimbulkan masalah, karena entri baru dapat disisipkan pada jajaran kartu yang ada
2.     Tidak dipengaruhi faktor luar, misalnya terputusnya aliran listrik
3.     Kemungkinan rusak sangat kecil terkecuali jika perpustakaan terbakar.
4.     Dapat dicetak sesuai dengan kebutuhan
5.     Dapat diletakkan pada berbagai tempat
6.     Mudah disebarluasakan ke perpustakaan lain
7.     Entri pada katalog berbentuk buku dapat ditemukan dengan cepat
8.     Mudah menyimpannya
9.     Mudah menanganinya 



    Katalog kini atau katalog on line

1. Cantuman bibliografi pada OPAC dapat ditelusur dalam berbagai cara dan dapat ditampilkan pada berbagai     bentuk format tampilan, sedangkan pada katalog kartu hal itu tidak mungkin.
2. OPAC dapat memberi reaksi dan merespon pengguna dalam suatu cara yang cerdas.
3. Menghemat waktu. 
4. Dapat diakses melalui terminal pada tempat yang berbeda dari dalam atau dari luar gedung perpustakaan,       melalui local area networks (LAN) dan wide area networks (WAN).
5. Bantuan temu balik (retrieval aids).
6. Bantuan bahasa (linguistic aids).
7. Bantuan menjelajah (navigational aids).
8. Bantuan arti kata (semantic aids).

Kesimpulan

Penelusuran bahan pustaka menggunakan katalog online merupakan alat bantu penelusuran yang tepat, cepat dan efektif. Dengan katalog online pengguna perpustakaan mendapatkan beberapa manfaat antara lain :penelusuran informasi dapat dilakukan dengan cepat dan tepat, penelusuran dapat dilakukan dimana saja tidak harus datang ke perpustakaan,menghemat waktu dan tenaga,
pengguna dapat mengetahui keberadaan koleksi dan status koleksi apakah sedang dipinjam atau tidakpengguna mendapatkan peluang lebih banyak dalam menelusur bahan pustaka
dapat menemukan kembali bahan pustaka yang dibutuhkan.


Daftar Pustaka
Academia. Perbandingan tingkat penggunaan katalog manual dengan katalog on line. Diakses 13 februari 2018
Saputro, ramadhanni. (2017) Manfaat Katalog dulu dan kini, Diakses 13 februari 2018 
Perpustakaan, ilmu (2016) sejarah katalogisasi. Diakses 13 februari 2018